header

header
aceh
  • Latest News

    Thursday, January 21, 2021

    Digitalisasi Program Penghimpunan Dana ZISWAF pada Baitul Mal di Aceh

    Oleh Erry Dianto, SE

    Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariáh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    Pada era digital saat ini masyarakat cenderung telah merubah gaya hidup serta perilakunya menuju tidakan dan gaya hidup digital di setiap aktivitas yang menyertainya sehari-hari. Fenomena ini tidak terkecuali juga terjadi pada masyarakat dalam hal pengelolaan zakat. Oleh sebab itu, perubahan perilaku muzaki yang bergeser yang dulunya bentuk transaksi fisik menuju kepada transaksi digital adalah sebuah keniscayaan.

    Hal ini nampak nyata ketika banyak organisasi pengelola zakat ditingkat nasional melakukan inovasi untuk mengembangkan layanan digital untuk memaksimalkan penghimpunan dana zakat.

    Penghimpunan dana ZISWAF (zakat, infaq, shadaqah dan Waqaf) adalah aktivitas kunci pada lembaga amil zakat yang memposisikan sebagai mediator antara muzakki yang akan membayar zakat dengan mustahik yang menerima zakat.

    Tersedianya layanan zakat yang berbasis revolusi industry 4.0 seperti halnya layanan zakat yang berbasis mobile, internet banking pada berbagai lembaga keuangan syariah, memperluas inklusifitas serta mempermudah jangkauan masyarakat yang hendak menunaikan zakat.

    Tentu hal ini harus dipandang sebuah oportunitis bersama dengan cara meningkatkan berbagai macam bentuk pembayaran dalam situs e-commerce terkemuka yang di topang oleh banyaknya muslim pengguna situs tersebut yang berpotensi sebagai muzakki.

    Baitul Mal merupakan Lembaga Daerah Non structural yang diberi kewenangan untuk mengelola dan mengembangkan zakat, wakaf dan harta agama dengan tujuan untuk kemaslahatan ummat berdasarkan syariat Islam. Hal ini sebagaimana diatur dalam Qanun Aceh No. 10 tahun 2007 yang menjadikan dasar dibentuknya Baitul Mal Aceh dan Baitul Mal di Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Aceh dan selanjutnya Qanun No. 10 Tahun 2018 turut mengatur tentang Baitul Mal.

    Baitul Mal sebagai sebuah lembaga yang mempunyai fungsi/ kegiatan penghimpunan dana ZISWAF, tentu sudah selayaknya untuk ikut dan turut serta dalam memanfaatkan sarana digital tersebut diatas. Kegiatan penghimpunan ini dapat diistilahkan dengan penghimpunan dana berbasis digital.

    Seiring perkembangan zaman, media digital terus mengalami perubahan sehingga Baitul Mal harus bertransformasi seluruh kegiatannya baik sosialisasi dan penghimpunan dana dengan memanfaatkan berbagai macam kanal media yang ada. Ada beberapa media digital yang bisa dimanfaatkan oleh Baitul Mal dalam rangka optimalisasi penghimpunan dana ZISWAF antara lain sebagai berikut : 

    Website
     Secara umum website telah digunakan oleh seluruh Baitul Mal yang ada di Provinsi Aceh. dengan kata lain sangat mungkin bagi Baitul Mal untuk melakukan sosialisasi program penghimpunan dana ZISWAF melalui website. Adapun keuntungan penggunaan website ini adalah para pengguna (calon muzakki) dapat dengan mudah mengakses informasi yang telah diunggah di situs tersebut. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap informasi yang diterima masyarakat sehingga akan semakin sadra akan kewajibannya untuk membayar zakat.

    Email
    Email menjadi media elektronik yang cukup efektif bagi Baitul Mal untuk menyapa muzakki untuk saling berinteraksi dan hal ini dilakukan dengan tetap menjaga privasi mereka dengan latar belakang yang berbeda. Email ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan komersial, informasi kegiatan atau program penghimpunan dan penyaluran dana  dengan biaya yang relative lebih ringan dan efisien, target jelas dan terarah. Sehingga muzakki menjadi lebih percaya terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh Baitul Mal.

    Search Engine Marketing
    Search Engine Marketing ini sangat efektif karena memanfaatkan teknologi dalam mengiklankan Baitul Mal dengan maksud dan tujuan dengan algoritma yang sudah disetting sedemikian rupa. Baitul Mal perlu memperhatikan cara ini untuk meningkatkan daya saing mereka di era digitalisasi saat ini dengan persaingan marketing lembaga penghimpun dana zakat yang sangat pesat.

    Social Media Marketing
    Media ini merupakan komunikasi dua arah yang bisa juga diartikan sebagai group aplikasi yang berbasis teknologi yang penggunanya sangat beragam usianya. Baitul Mal dapat memanfaatkan media sosial untuk tujuan mengenalkan program-program kepada masyarakat, selain itu muzakki akan dengan mudah mendapatkan informasi tentang agenda atau program Baitul Mal. Semakin masif berkampanye dalam media sosial akan memberikan edukasi kepada masyarakat luas.

    Social Network
    Social Network atau biasa disebut dengan media sosial adalah salah satu media pada jaringan internet yang dapat difungsikan untuk sosialisasi dan promosi. Adapun contoh riil dari social network yang sudah familiar di masyarakat adalah facebook, Youtube, Tweeter, Instagram, linkedin dan lain sebagainya. Baitul Mal sudah memanfaatkan jejaring sosial ini dengan potensi pengguna social network yang banyak dan intensitas penggunaan yang tinggi, sangat diharapkan seluruh program Baitul Mal yang ada di Provinsi Aceh dapat terealisasi kepada masyarakat Aceh dengan baik.

    E-Channel Bank Syariah
    Bank Syariah semakin berkembang di Aceh, demikian juga E-Channel (electronic channel) yang dimiliki oleh bank tersebut sudah pasti semakin canggih. Baitul Mal dapat bekerjasama dengan Bank Syariah untuk penghimpunan ZIS dapat dilakukan melalui Channel ATM, Mobile Banking, SMS Banking, Internet Banking. Sehingga muzakki dapat dengan mudah untuk melakukan pembayaran ZIS melalui sarana yang disediakan oleh Bank Syariah.

    Website Belanja Online
    Di Indonesia tersedia banyak toko belanja online yang sudah dalam bentuk aplikasi yang menyediakan berbagai fitur lengkat termasuk fitur pembayaran zakat. Dimana pada fitur tersebut pengguna aplikasi dapat memilih lembaga penyalur zakat yang akan menyalurkan pembayaran zakat tersebut, termasuk infaq dan shadaqah.

    Website belanja online atau toko belanja online tersebut antara lain Bukalapak, shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya. Baitul Mal dapat bekerjasama dengan website belanja online untuk memudahkan penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah.

    E-Wallet atau Dompet elektronik
    E-Wallet atau Dompet elektronik saat ini sangat banyak digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi dimana dompet digital ini menggunakan aplikasi pada ponsel yang dapat didownload dari Playstore dan Appstore. Antara lain OVO, Dana, Go Pay, T-Cash dan lain-lain. 

    Mengembangkan Aplikasi ZIS berbasis aplikasi. Selain bekerjasama dengan berbagai media digital tersebut diatas, Baitul Mal juga dapat mengembangkan aplikasi ZIS dengan bekerjasama dengan penyedia payment gateway maupun mengembangkan sendiri dengan tenaga IT yang ada di Baitul Mal.

    Demikian semoga bermanfaat bagi pengembangan Baitul Mal yang ada di Provinsi Aceh. Mari!!!

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Digitalisasi Program Penghimpunan Dana ZISWAF pada Baitul Mal di Aceh Rating: 5 Reviewed By: Jass
    Scroll to Top